B
Bank Mandiri
Banco indonesio
Negara: Indonesia
Penyamaran Bank Mandiri — 47 nomor yang dilaporkan
Bank Mandiri tidak akan pernah meminta Anda untuk detail perbankan, kata sandi, atau kode SMS melalui telepon.
Jika Anda menerima panggilan yang mencurigakan, tutup telepon dan hubungi kembali menggunakan nomor resmi.
Jangan klik tautan dalam pesan SMS yang mengaku berasal dari Bank Mandiri.
Sinyal penipuan: urgensi, ancaman untuk memutus layanan, penawaran yang terdengar terlalu bagus.
TerverifikasiNomor resmi Bank Mandiri(1 total)
Nomor yang dilaporkan terkait Bank Mandiri(47 total)
+62 814 301 190 63Penipuan30 hr yang lalu6 laporan+62 215 081 402 3Telemarketing30 hr yang lalu5 laporan+62 623 150 490 96Pelecehan30 hr yang lalu5 laporan+62 213 002 800 0Telemarketing30 hr yang lalu3 laporan+62 814 301 160 08Utang30 hr yang lalu3 laporan+62 212 905 297 5Penipuan30 hr yang lalu1 laporan+62 218 062 746 5Telemarketing30 hr yang lalu1 laporan+62 622 178 242 13Telemarketing30 hr yang lalu1 laporan+62 811 841 400 0Penipuan30 hr yang lalu1 laporan+62 814 301 160 27Utang30 hr yang lalu1 laporan

Laporan komunitas terbaru(1401)
“AXA Mandiri menawarkan asuransi, setelah menjelaskan panjang lebar saya bilang untuk tidak dulu, langsung diakhiri teleponnya.”
- Anonim
“menawarkan asuransi kesehatan atas nama program mandiri.”
- Anonim
“kira" saya sudh mengatakn setuju dlm pembicaraan tersebut dn apa yg terjadi jika sya sdh tidk mnggunakan atm dari bank mndiri?? mohon bantuanya 🙏🏽.”
- Anonim
“Lngsung matikan saja kalau di telepon nomor ini. Buang buang waktu dan bikin tidak nyaman.”
- Anonim
“miscall only.”
- Anonim
“Nelfonin nawarin penawaran dari mandiri katanya. Udh di tolak krn sya bilg sibuk, tp nelpon lagi. Pagi ini 3x Di dnger dr suaranya kayanya bukan marketing profesional. Tkut bgt penipuan.”
- Anonim
“Mengatas namakan bank mandiri menawarkan produk, ketika ditolak eh dia ngomong. Mana ada cs kyk gitu itu.”
- Anonim
“saya sudah pernah menolak tp masih di tlfn kembali, hari ini sudah menelfon hingga 9x tdk saya angkat,, sangat mengganggu.”
- Anonim