B
BNI
Banco indonesio (Bank Negara Indonesia)
Negara: Indonesia
Penyamaran BNI — 63 nomor yang dilaporkan
BNI tidak akan pernah meminta Anda untuk detail perbankan, kata sandi, atau kode SMS melalui telepon.
Jika Anda menerima panggilan yang mencurigakan, tutup telepon dan hubungi kembali menggunakan nomor resmi.
Jangan klik tautan dalam pesan SMS yang mengaku berasal dari BNI.
Sinyal penipuan: urgensi, ancaman untuk memutus layanan, penawaran yang terdengar terlalu bagus.
TerverifikasiNomor resmi BNI(2 total)
Nomor yang dilaporkan terkait BNI(63 total)
+62 218 063 580 6Penipuan30 hr yang lalu31 laporan+62 218 068 104 6Telemarketing30 hr yang lalu30 laporan+62 622 172 201 8Penipuan30 hr yang lalu30 laporan+62 212 789 424 6Telemarketing30 hr yang lalu29 laporan+62 623 182 866 69Utang30 hr yang lalu27 laporan+62 212 975 330 0Penipuan30 hr yang lalu26 laporan+62 215 101 334 6Telemarketing30 hr yang lalu26 laporan+62 214 010 147 3Telemarketing30 hr yang lalu25 laporan+62 213 001 004 6Telemarketing30 hr yang lalu24 laporan+62 811 978 057 50Spam30 hr yang lalu24 laporan

Laporan komunitas terbaru(1600)
“aktivasi kartu.”
- Anonim
“Android reportó el número 021-30623046 como Línea de televentas.”
- Anonim
“Android reportó gemblung con el número 021-27894246 como Línea de televentas”
- Anonim
“Dr BNI fue reportado como Empresa de cobranza con el número 021-29940301.”
- Anonim
“Nomer Telesales yang menyatakan dari BRI. Menawarkan asuransi. Mengarah ke penipuan. Sangat mengganggu. Blokir saja.”
- Anonim
“Marketing asuransi bri langsung blokir aja nomornya.”
- Anonim
“Ditelpon nomer ini, ngaku2 dari BRI menwarkan asuransi. Waktu terima telpon ini, saya sadar ga sadar, lupa2 ingat Kaya nya mereka minta data nik saya. Karna pada saat itu, saya keadaan lagi panik ada keluarga yg meninggal. Bodohnya saya, kenapa ga langsung dimatiin aja ya telpon nya, malah masih nanggepin ngalor ngidul. Kira2 aman ga ya tabungan saya?? 😥.”
- Anonim
“Anjir, baru sadar gw kok bisa2 nya gw iyain semua yng dia blng, mana nik gw sdh konfirmasi ulang lagi, adduhh, solusinya gimna ini cokk.”
- Anonim