B
Bank Mandiri
Banco indonesio
Negara: Indonesia
Penyamaran Bank Mandiri — 47 nomor yang dilaporkan
Bank Mandiri tidak akan pernah meminta Anda untuk detail perbankan, kata sandi, atau kode SMS melalui telepon.
Jika Anda menerima panggilan yang mencurigakan, tutup telepon dan hubungi kembali menggunakan nomor resmi.
Jangan klik tautan dalam pesan SMS yang mengaku berasal dari Bank Mandiri.
Sinyal penipuan: urgensi, ancaman untuk memutus layanan, penawaran yang terdengar terlalu bagus.
TerverifikasiNomor resmi Bank Mandiri(1 total)
Nomor yang dilaporkan terkait Bank Mandiri(47 total)
+62 215 085 812 2Penipuan30 hr yang lalu274 laporan+62 215 081 400 0Telemarketing30 hr yang lalu138 laporan+62 223 000 330 0Telemarketing30 hr yang lalu69 laporan+62 243 300 130 0Telemarketing30 hr yang lalu42 laporan+62 213 020 965 0Penipuan30 hr yang lalu41 laporan+62 213 000 952 6Penipuan30 hr yang lalu33 laporan+62 213 020 940 0Penipuan30 hr yang lalu29 laporan+62 213 044 760 0Lainnya30 hr yang lalu28 laporan+62 312 950 600Penipuan30 hr yang lalu28 laporan+62 218 062 922 0Spam30 hr yang lalu26 laporan

Laporan komunitas terbaru(1401)
“AXA Mandiri menawarkan asuransi, setelah menjelaskan panjang lebar saya bilang untuk tidak dulu, langsung diakhiri teleponnya.”
- Anonim
“menawarkan asuransi kesehatan atas nama program mandiri.”
- Anonim
“kira" saya sudh mengatakn setuju dlm pembicaraan tersebut dn apa yg terjadi jika sya sdh tidk mnggunakan atm dari bank mndiri?? mohon bantuanya 🙏🏽.”
- Anonim
“Lngsung matikan saja kalau di telepon nomor ini. Buang buang waktu dan bikin tidak nyaman.”
- Anonim
“miscall only.”
- Anonim
“Nelfonin nawarin penawaran dari mandiri katanya. Udh di tolak krn sya bilg sibuk, tp nelpon lagi. Pagi ini 3x Di dnger dr suaranya kayanya bukan marketing profesional. Tkut bgt penipuan.”
- Anonim
“Mengatas namakan bank mandiri menawarkan produk, ketika ditolak eh dia ngomong. Mana ada cs kyk gitu itu.”
- Anonim
“saya sudah pernah menolak tp masih di tlfn kembali, hari ini sudah menelfon hingga 9x tdk saya angkat,, sangat mengganggu.”
- Anonim